Perpusnas RI

IPI Rayakan HUT ke-43

IMG_0458-1-370x280

Jakarta–Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) merayakan Hari Jadi-nya ke-43 dalam suasana hangat berbalut kesederhanaan, Selasa, (26/7). Selain Ketua Umum IPI Dedi Junaedi dan Kepala Perpustakaan Nasional Muh. Syarif Bando, tampak hadir sejumlah para pendiri organisasi IPI dan Kepala Perpusnas seperti Hernandono dan Sri Sularsih

Pada momen HUT kali ini, IPI secara resmi meluncurkan website-nya secara mandiri, setelah dalam beberapa kurun waktu sebelumnya menyatu di dalam website kelembagaan Perpustakaan Nasional.

Ketua Umum IPI Dedi Junaedi mengatakan di usianya yang ke-43 (1973-2016), IPI terus berupaya membenahi diri agar mampu menjadi organisasi yang membanggakan bagi pustakawan. Meski demikian, Dedi tidak menampik masih adanya sejumlah permasalahan yang membelit IPI, seperti masalah pendataan keanggotaan yang belum rampung terutama bagi para pustakawan di tingkat kabupaten/kota. “Ini akan terus dicarikan solusinya,” janji Ketua Umum IPI.

Di masa kepengurusan lanjutannya (periode ke-2), Ketua Umum IPI menguatkan jajaran organisasinya dengan membentuk komisi yang khusus menangani urusan advokasi dan sertifikasi pustakawan. Aktivitas IPI yang sudah rutin dilakukan seperti bimbing teknis (bimtek) maupun pelbagai pelatihan singkat di bidang teknis perpustakaan yang dirasa manfaatnya bagi pustakawan masih akan terus diadakan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Perpusnas Muh. Syarif Bando menyoroti beberapa tantangan yang mesti dihadapi IPI sebagai organisasi yang besar, diantaranya tren jumlah pustakawan yang kian berkurang, kalah dengan profesi lain semisal dokter atau profesi lainnya.

Di samping itu, Kepala Perpusnas juga menghendaki peningkatan mutu SDM pustakawan yang berbasis kompotensi dan kemampuan mendayagunakan teknologi informasi komunikasi (TIK) sebagai bagian pengembangan kompetensi. Patut dicermati pula, kecenderungan pustakawan yang memutuskan berhenti sementara (stop) karena tidak sanggup mengumpulkan angka kredit. “Itu ibarat ayam mati di lumbung padi,” ujar Kepala Perpusnas mengibaratkan kondisi pustakawan.

Kepala Perpusnas mengajak para pustakawan untuk mencintai profesinya agar tidak menjadi ayam yang mati di lumbung padi. Pustakawan harus senantiasa meng-upgrading kemampuan dirinya. Kemajuan teknologi informasi  dirasa sudah cukup membantu tugas-tugas pustakawan mendekatkan bahan bacaan kepada masyarakat sehingga angka dan kualitas minat baca masyarakat. “Jangan berhenti berinovasi, dan terus gali potensi diri

Reportase : Hartoyo D

Sumber : http://perpusnas.go.id/ipi-rayakan-hut-ke-43/

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close