Perpusnas RI

Indonesia One Search (IOS) dan iPUSNAS sebagai layanan digital terkini Perpustakaan Nasional RI

Perpustakaan harus mengikuti perkembangan teknologi informasi yang serba dinamis. Menjawab tuntutan pelayanan informasi yang harus cepat dan terkini, Perpusnas mengembangkan Indonesia One Search (IOS) dan iPUSNAS. Dalam sosialisasi Indonesia One Search (IOS) dan iPUSNAS yang diselenggarakan di ruang teater Perpusnas, Salemba hari Selasa (2/8), Kepala Perpustakaan Nasional RI Muh. Syarif Bando mengatakan tren perkembangan teknologi di Indonesia dan seluruh dunia membuat opini orang tentang perpustakaan semakin jauh, karena opini orang apabila berbicara tentang buku seperti butiran debu dan tidak menarik. “Ini merupakan tantangan yang paling fundamental bagi orang yang bekerja di perpustakaan”, katanya. Perpustakaan Nasional harus memiliki koleksi terbaru. Selain itu juga Perpusnas harus memiliki full text dari koleksi yang ada, oleh karena itu harus diperkuat oleh peraturan yang berlaku. Definisi perpustakaan adalah penyedia informasi, ukurannya adalah up to date, cukup, terpercaya, ada pada saat diperlukan. Bagaimana caranya adalah menggunakan teknologi informasi. Syarif juga menekankan bahwa Perpustakaan nasional juga memprioritaskan peningkatan kualitas dan kuantitas pustakawan. “Banyak tugas besar bagi pustakawan dalam meningkatkan budaya baca maupun mengembangkan perpustakaan”, jelasnya. Prioritas kedua adalah mengembangkan perpustakaan berbasis digital. Sosialisasi tersebut menghadirkan Ismail Fahmi sebagai pengembang IOS dan Sulasmo Sudarmo sebagai pengembang iPUSNAS.

Dalam kesempatan pertama diskusi panel tersebut Sulasmo Sudarmo menjelaskan iPUSNAS sebagai bentuk transformasi digital Perpustakaan Nasional RI, iPUSNAS sebagai layanan digital berbasis sosial media. “Ide awal yaitu bagaimana menjaring anak muda agar melirik buku melalui sosial media”,jelasnya. Lasmo menjelaskan Perpustakaan mempunyai potensi sebagai pusat repositori, namun dalam kenyataannya masih ditemui hambatan mengenai hak cipta ketika suatu perpustakaan melayankan konten digital. Konten digital terkait dengan Digital Right Manajemen (DRM) yaitu mengatur siapa yang membaca, apa yang dibaca, kapan dibaca, bagaimana membacanya, berapa banyak bisa dibaca, dan variabel lainnya. Salah satu yang penting membuat DRM adalah sekuriti, dimana dalam mengakses konten digital perlu dibuat enkripsi atau reader. Nantinya koleksi full text  yang telah diindex dalam IOS dapat ditampilkan dalam iPUSNAS sepanjang diijinkan oleh penerbit, ataupun perpustakaan yang telah bergabung dapat dibuatkan Ipustaka. Selain itu semua aktifitas user dibuatkan dashboard analytic, sehingga dapat terpantau buku apa yang sering dibaca, pemanfaatannya, dan lainnya.

Pada sesi kedua Ismail Fahmi menjelaskan bahwa secara internasional pada tahun 2005 World Digital Library oleh UNESCO mencanangkan bahwa seluruh Perpustakaan Nasional di setiap negara harus menjadi fasilitator dari digital library dari negaranya masing-masing. Ismail menerangkan Indonesia One Search (IOS) pada awalnya merupakan sebuah portal web terintegrasi data bibliografis dan full text dari berbagai perpustakaan di Indonesia, namun dalam tahap pengembangannya nantinya akan sangat berkontribusi bagi Indonesia yaitu terdapat fungsi anti plagiarism. Manfaat adanya IOS adalah memudahkan masyarakat dalam pencarian buku dan artikel dimanapun berada, meningkatkan keteraksesan bahan perpustakaan, dokumen, dan informasi yang dimiliki lembaga dan mewujudkan repositori berbagai bahan perpustakaan  maupun meningkatkan peringkat webometric perguruan tinggi.

Sumber : http://perpusnas.go.id/indonesia-one-search-ios-dan-ipusnas-sebagai-layanan-digital-terkini-perpustakaan-nasional-ri/

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close