Perpusnas RI

Mendikbud Lantik Muh. Syarif Bando Sebagai Kepala Perpusnas Baru

IMG_0025-1-370x280

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan secara resmi melantik Muhammad Syarif Bando sebagai Kepala Perpustakaan Nasional yang baru di Gedung Ki Hajar Dewantara, Kemendikbud, Jakarta, Rabu, (8/6).

Setelah Kepala Perpusnas sebelumnya Sri Sularsih memasuki masa pensiun per 1 April 2016, estafet kepemimpinan dipegang oleh Pelaksana Tugas (Plt) Dedi Junaedi.

Pelantikan Kepala Perpusnas yang baru dilakukan berdasarkan instruksi Presiden Jokowi dan Surat Keputusan Presiden Nomor 58/TPA/2016 tentang pemberhentian dan pengangkatan jabatan pimpinan Kepala Perpustakaan.

Terpilihnya Kepala Perpusnas yang baru telah melalui serangkaian seleksi dan proses wawancara yang dilakukan Tim Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) melalui mekanisme lelang jabatan.

Kepala Perpusnas terlantik Muh. Syarif Bando sebelumnya menjabat sebagai Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Pengkajian Minat Baca Perpusnas sejak Oktober 2010.

Presiden Jokowi pada berbagai kesempatan menghendaki jangan sampai ada kekosongan jabatan dalam waktu lama di setiap Kementerian maupun Lembaga. Hal ini bertujuan agar sembilan program prioritas pembangunan atau Nawa Cita dapat terus berjalan.

Mendikbud Anies Baswedan berpesan kepada Kepala Perpusnas terlantik Muh. Syarif Bando agar terus meneruskan kerjasama yang baik antara Kemendikbud dan Perpusnas yang telah berlangsung selama ini. Persoalan literasi masyarakat yang masih rendah juga menjadi tugas dan tanggung jawab bersama karena kriteria keberhasilan seluruh aparatur Perpusnas bagaimana minat literasi tumbuh.

Hasil survei internasional baru-baru ini menempatkan minat baca Indonesia berada di posisi ke-60 dari 61 negara yang di survei.”Kemendikbud akan serius, tapi kita berharap Perpustakaan Nasional sebagai garda terdepan juga lebih berperan aktif mengatasi masalah tersebut. Perpustakaan Nasional jangan menjadi perpustakaan salemba atau perpustakaan matraman yang hanya bisa dinikmati oleh masyarakat sekitar saja, tapi harus bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat secara nasional. Perpusnas harus menjadi tempat yang membanggakan, sebagai ikon-nya bangsa Indonesia,” pesan Mendikbud.

Program Nawa Cita yang dicanangkan Presiden Jokowi sejalan dengan  visi Perpusnas 2015-2019, yakni “Terwujudnya Indonesia Cerdas Melalui Gemar Membaca Dengan Memberdayakan Perpustakaan”, dengan tag line “INDONESIA CERDAS MEMBACA 2019”.

Guna mencapai visi diatas, Perpusnas telah menyiapkan sejumlah agenda (program) besar, antara lain :

  1. Mewujudkan koleksi nasional yang lengkap dan mutakhir
  2. Mengembangkan diversifikasi layanan perpustakaan berbasis teknologi informasi dan teknologi (TIK)
  3. Mengembangkan perpustakaan yang menjangkau masyarakat luas
  4. Mewujudkan tenaga perpustakaan yang kompeten dan profesional
  5. Menggalakkan sosialisasi/promosi/pemasyarakatan gemar membaca
  6. Mengembangkan infrastruktur Perpustakaan Nasional yang modern

Selain mengusung enam agenda besar pembangunan perpustakaan, Perpusnas juga mengangkat Duta Baca Indonesia sebagai upaya memompa minat baca yang masih terhitung rendah secara nasional. Sejak 2016, Perpusnas telah mengukuhkan Najwa Shihab sebagai Duta Baca Indonesia selama lima tahun (2016-2020).

Di harapkan dengan kehadiran Duta Baca Indonesia, minat baca di masyarakat akan terus tumbuh lalu menjadi kebiasaan sehingga akhirnya berkembang sesuai karakter bangsa yang berbudaya literasi.

Reportase : Hartoyo Darmawan

Sumber : perpusnas.go.id

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close