Perpusnas RI

Workshop Pemantapan dan Penyusunan KID : Perpusnas Inginkan Data Valid Koleksi Daerah

IMG_9689-370x280

Perkembangan jaman dan kemajuan teknologi informasi yang pesat di dunia perpustakaan mengharuskan penerapan otomasi perpustakaan di lingkungan perpustakaan, sehingga kebutuhan informasi dan ilmu pengetahuan yang diinginkan masyarakat bisa dengan cepat ditemukan.

Sampai saat ini data katalog koleksi yang dimiliki daerah masih belum sesuai dengan standar yang diharapkan Perpustakaan Nasional (Perpusnas). Perpustakaan Kabupaten maupun Kota belum sepenuhnya memahami manfaat dari penyusunan katalog induk daerah (KID), sementara di sisi yang lain masyarakat memerlukan informasi yang cepat dan tepat.

Demi terciptanya data katalog yang sesuai standar, Perpusnas menyelenggarakan Workshop Pemantapan Penyusunan KID dan Bibliografi Daerah bersama 80 perwakilan perpustakaan umum Kabupaten/Kota di Jakarta, Rabu, (1/6).

Direktur Deposit Bahan Pustaka Perpusnas Lucya Dhamayanti mengatakan penyusunan KID yang benar dan sesuai standar selain dapat mengetahui koleksi yang ada di tiap daerah juga dapat mewujudkan kerja sama antar perpustakaan. “Hasil dari penyusunan katalog induk daerah akan menjadi sumber dalam penyusunan katalog induk nasional (KIN),” ujar Lucya di hadapan peserta workshop.

Direktur Deposit Bahan Pustaka melihat sejumlah kendala dibalik belum terpenuhinya standar penyusunan katalog induk daerah, salah satunya adalah sumber daya manusia yang belum kompeten, sehingga setiap data yang dikirimkan harus kembali diurai dari awal. Oleh karena itu, ia meminta agar tiap daerah menyiapkan SDM yang kompeten agar dapat membantu kelancaran dalam penyusunan katalog. “Itu yang terjadi tiap tahunnya,” bebernya. Katalog Induk Daerah yang tersusun dengan baik akan meringankan tugas Perpusnas dan perpustakaan provinsi dalam mengambil kebijakan yang diperlukan.

Bisa jadi tiap daerah memiliki judul buku maupun koleksi yang sama, tapi mungkin saja berbeda jumlah eksemplar yang dipunyai oleh perpustakaan umum Kabupaten/Kota. Dari situlah, Perpusnas ingin mengetahui kevalidan data yang ada di tiap daerah. “Dulu, penyusunan katalog induk daerah masih manual dan terjilid lalu dikirimkan. Sekarang di era teknologi informasi penyusunan katalog tidak lagi memakan waktu. Kemajuan itu yang kita manfaatkan saat ini,” tambah Plt. Kepala Perpusnas Dedi Junaedi.

Kegiatan Workshop Pemantapan Penyusunan KID adalah kegiatan berkelanjutan sejak tahun 2012. Sebanyak 462 dari 514 Kabupaten/Kota se-Indonesia telah mendapat pembekalan tentang tata cara penyusunan katalog induk daerah.

 

reportase : Hartoyo Darmawan

Sumber : perpusnas.go.id

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close