Perpusnas RI

Sosialisasi Perpusnas Bersama Sastrawan : Hadapi Era Digital, Perpustakaan Harus Lebih Kreatif

IMG_4332-370x280

Mari kita lihat sedikit catatan fakta di bawah ini. UNDP merilis kalau minat baca masyarakat Indonesia hanya 1/1.000. artinya dari seribu orang hanya satu yang punya minat baca. Baru-baru ini, pada bulan Maret, sebuah survei dari Most Literacy in the World, menempatkan Indonesia pada urutan ke-60 dari 61 negara yang di data. Indoensia lebih baik dari negara Bostwana. Unsur penilaian Most Literacy in the World salah satunya adalah perpustakaan. Kondisi minat baca masyarakat Indonesia sungguh memprihatinkan.

Hal tersebut dikatakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan saat menjadi pembicara bersama Sosialisasi Perpustakaan Bersama Sastrawan Kepala Perpustakaan Nasional Sri Sularsih, Duta Baca Indonesia Najwa Shihab, dan budayawan Melayu Taufik Ikram Jamil di Gedung Perpustakaan Soeman HS, Pekan Baru, Jumat, (18/3).

Mendikbud Anies melanjutkan, di era digital saat ini perpustakaan dituntut harus lebih kreatif agar tidak ditinggalkan. Masyarakat saat ini sudah mudah mengakses bacaan melalui internet, yang membuat kunjungan ke perpustakaan berkurang.” Masyarakat tidak perlu repot mendatangi perpustakaan untuk membaca buku, tapi cukup meng-klik google atau referensi lainnya. Selesai sudah,”  jelasnya.

Meski begitu, Mendikbud Anies menegaskan sekaligus mengingatkan kalau perpustakaan akan tetap menjadi tujuan sebagai pusat (sumber) ilmu pengetahuan dan informasi jika pustakawannya terus berpikir kreatif dan inovatif agar masyarakat terus terpancing untuk datang ke perpustakaan. “Pustakawan harus tumbuhkan ekosistem membaca. Perpustakaan bukan gudang buku, melainkan knowledge center,” terang Anies Baswedan.

Di samping itu Kepala Perpusnas Sri Sularsih juga menekankan tiga aspek yang mesti diperhatikan dalam menumbuhkan kecintaan (minat) baca masyarakat, antara lain keluarga, satuan pendidikan, dan lingkungan.

Keluarga dinilai sebagai peletak dasar kecintaan anak terhadap bahan bacaan dimulai. Orang tua bisa memberikan contoh dengan mengedepankan aktivitas membaca di rumah di setiap kesempatan berkumpul. Lalu agendakan setiap bulan untuk mengunjungi toko buku atau ke perpustakaan secara bersama-sama. Biarkan anak-anak memilih buku yang disukainya.

Sekolah pun bisa menggunakan fasilitas perpustakaan pada kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa, misalnya pada saat tugas. Bisa juga dengan melakukan akitivitas membaca selama 15 menit sebelum KBM dimulai. Baca apa saja yang disukai. Cara ini sedang digalakkan oleh Pemkot Surabaya dan Pemkot Balikpapan.

Terobosan tersebut dinilai Mendikbud akan mampu meningkatkan kemampuan literasi siswa secara bertahap. Anies berharap, 42% dari 52 juta anak Indonesia yang bersekolah akan menjadi generasi gemar membaca. Ini sekaligus mengurangi kekhawatiran ‘Tragedi Nol Buku’ yang pernah dilontarkan sastrawan Taufik Ismail.

IMG_4197-768x512

Mendikbud Anies Baswedan beserta Kepala Perpusnas Sri Sularsih, Sekretaris Utama Perpusnas Dedi Junaedi dan Duta Baca Indonesia Najwa Shihab berdialog sebelum sosialisasi perpusnas bersama sastrawan di Perpustakaan Soeman HS, Riau.

Perpustakaan Nasional sebagai mitra strategis pendidikan terus berupaya mendekatkan bahan bacaan kepada masyarakat. Sejak tahun 2008, berbagai program stimulus digelontorkan, antara lain penyaluran mobil perpustakaan keliling hingga ke Kabupaten/Kota, perpustakaan terapung (kapal perpustakaan), bantuan pengembangan perpustakaan kab/kota hingga desa/kelurahan.

Sekadar catatan, Indonesia menjadi salah satu negara dengan populasi gedung perpustakaan terbanyak.  Sayang, kebanggaan itu hanya berupa fisik saja karena aktivitas membaca, bedah pengetahuan maupun literasi masih minim di dalamnya. Maka itu, Mendikbud Anies Baswedan meminta setiap perpustakaan untuk terus menelurkan ide-ide kreatif agar perpustakaan tidak kalah pamor. Perpustakaan yang besar bukan jaminan akan didatangi masyarakat untuk tempat rujukan untuk membaca.

Di tempat yang mudah, perpustakaan sulit untuk dikunjungi masyarakat. Tapi, sebaliknya di tempat yang sulit, perpustakaan dicari masyarakat.

Duta Baca Indonesia Najwa Shihab tak ragu mengajak masyarakat untuk jatuh cinta terhadap buku. “Syaratnya gampang, pilih satu buku yang disuka, lalu mulailah membaca. Tunjukkan kepada orang lain kalau kita menyenangi membaca. Makanya, tidak sulit untuk jatuh cinta terhadap buku, karena buku adalah sebaik-baiknya sahabat.

Selain menggelar Sosialisasi, di tempat yang sama Mendikbud Anies Baswedan dan Plt. Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman menandatangani prasasti pencanangan Riau sebagai Provinsi Literasi. Anies berharap Gerakan ini dapat menular dan diikuti oleh provinsi-provinsi lain di Indonesia. Ia pun berpesan agar gerakan ini tidak sebatas pencanangan, lalu sunyi senyap.

IMG_4293-768x512

Gubernur Riau menandatanagni deklarasi pencanangan Riau sebagai Provinsi Literasi.

Sumber : Perpusnas RI  http://perpusnas.go.id

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close