Perpusnas RI

Najwa Shihab, Duta Baca Indonesia 2016-2020

IMG_3227

Perpustakaan Nasional menobatkan Najwa Shihab sebagai Duta Baca Indonesia. Wakil Pemimpin Redaksi Metro TV ini terpilih menjadi Duta Baca Indonesia untuk periode 2016-2020 setelah melalui seleksi dari dewan juri dan polling di masyarakat.

Kepala Perpustakaan Nasional Sri Sularsih berharap, Najwa Shihab bisa menjadi panutan, idola, dan menginspirasi masyarakat untuk giat membaca. “Sebagai Duta Baca, Najwa diharapkan dapat menjadi motivator nasional untuk meningkatkan minat baca masyarakat serta memperkuat kegiatan Perpustakaan Nasional dalam mengkampanyekan Gerakan Nasional Gemar Membaca,” ujar Sri Sularsih dalam penandatanganan nota kesepahaman dengan Najwa Shihab di Perpustakaan Nasional, Selasa (1/3).

Najwa Shihab merasa bahagia setelah dipilih menjadi Duta Baca Indonesia. Lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini merupakan pencinta buku. Sejak kecil, dirinya dikenalkan buku oleh orang tua. Bahkan, keluarganya memiliki perpustakaan mini yang disewakan. Hal inilah yang membuat Najwa memperlakukan buku bak sahabat. “Saya beruntung karena dituntun mencintai buku sejak kecil. Di rumah itu penuh dengan buku. Keluar rumah pun mencari buku,” tutur wanita yang mengusung slogan “Buku adalah Sebaik-baiknya Sahabat”.

Namun wanita kelahiran Makassar, 16 September 1977 ini mengaku tugas yang diembannya cukup menantang karena tingkat literasi masyarakat Indonesia sangat rendah. “Menurut data OECD (Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi, red) budaya membaca bangsa Indonesia berada di peringkat terendah di antara 50 negara Asia. Dan data Unesco (Organisasi PBB untuk Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan, red) soal siswa SMA menyebutkan sejumlah negara mewajibkan siswa mereka membaca buku sastra, kecuali di Indonesia. Menurut budayawan Taufiq Ismail, ini adalah tragedi,” jelasnya usai dinobatkan sebagai Duta Baca Indonesia.

Pemilik gelar Legal Law Master dari Melbourne Law School ini meyakini, kegiatan membaca merupakan unsur utama dalam khazanah kehidupan berbangsa. Menurutnya, bangsa tanpa tradisi literasi akan menjadi bangsa kelas teri yang senang memaki, mudah diprovokasi, dan minim imajinasi.

Walau berat, Najwa meyakini ada satu rahasia untuk meningkatkan minat baca di masyarakat. “Saya percaya kecintaan pada buku bisa ditanamkan sejak kecil karena itu terjadi pada saya. Cuma perlu satu buku untuk membuat orang jatuh cinta pada kebiasaan membaca. Dan ini artinya, saya bisa menjadi mak comblang untuk cinta pertama bagi banyak orang. Dan rasanya tidak ada tugas begitu menyenangkan selain menjadi mak comblang bagi cinta pertama,” pungkasnya.

Najwa Shihab merupakan Duta Baca Indonesia ketiga, setelah Tantowi Yahya yang merupakan Duta Baca Indonesia periode 2006-2010 dan Andy F Noya pada periode 2011-2015. Duta Baca Indonesia bertugas selama lima tahun untuk mengkampanyekan dan menjadi panutan gerakan nasional gemar membaca di Indonesia.

 

Sumber: Hanna Meinita
http://perpusnas.go.id/BeritaAdd.aspx?id=247

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close